• Jum. Jul 19th, 2024

KPK Diminta Jerat Sekda Bangkalan dan Dua Pejabat Lain Diduga Terlibat Kasus Jual Beli Jabatan

Punosekawan.com || Bangkalan – Pusat Analisa Kajian Informasi Strategis (Pakis) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Bangkalan Taufan Zairinsyah mundur dari jabatannya. Hal itu disampaikan Pakis saat menggelar aksi demonstrasi di depan pemkab setempat pada Kamis (5/01/2022).

 

Direktur Pakis Bangkalan Abdurrahman Thohir menuding Taufan terlibat dalam kasus jual beli jabatan yang telah menjerat Mantan Bupati Bangkalan dan 5 orang pejabat lain jadi tersangka dalam kasus tersebut. “Sekda itu menjadi ketua Baperjakat, dia yang memiliki peran penting dalam setiap mutasi jabatan bukan hanya asesmen,” kata Durahman.

 

Oleh sebab itu, mantan anggota DPRD Bangkalan itu mendesak kepada Taufan untuk segera mundur dari jabatannya. “Makanya saya minta dengan tegas Sekda ini mundur dari jabatannya, karena orang ini diduga kuat terlibat dalam kasus jual beli jabatan,” kata dia.

 

Ia juga meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas kasus tersebut. Kasus jual beli jabatan di Bangkalan kata Durahman banyak terlibat. Ia menyebut keterlibatan jual beli jabatan bukan hanya dari pejabat namun ada beberapa orang swasta juga banyak bermain dalam mutasi jabatan. KPK dalam hal ini masih menyembunyikan nama orang yang diduga sebagai komunikator kepada beberapa tersangka yang menyetor sejumlah uang.

 

Advertisement

 

“KPK sampai saat ini belum juga mengungkap ke publik siapa yang terima uang yang dimaksud orang dekat bupati itu, uang itu dari siapa, yang mematok harga jabatan itu siapa, ini kan harus diungkap semuanya ke publik semuanya harus diusut dong,” tambah dia.

 

Selain Sekdakab Bangkalan, Durahman tuding 2 pejabat lain terlibat dalam kasus itu, yakni Kepala Dinas Perdagangan Roosli Soeliharnono yang saat itu menjabat Plt. Kepala BKPSDA dan Kabag Protokol Erwin.Bahkan sebelumnya nama nama itu disebut terlibat aktif dalam suap jual beli jabatan oleh Pengacara Mantan Bupati Bangkalan Suryono Pane.

 

“Ini harus diusut oleh KPK jangan hanya sampai 6 orang itu, siapa yang jadi dalang, yang patok harga jabatan siapa yang terima yang siapa, ini harus diusut dong jangan sampai hanya berhenti di enam orang itu apalagi KPK dalam rilisnya menyebutkan yang terima dan yang patok harga puluhan juta iti orang dekat bupati, tapi kok hilang sekarang gimana,”Pungkasnya

 

(PS/ SP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *