• Jum. Jul 19th, 2024

Selamatkan Generasi Muda, Jajaran Sat Resnarkoba Polres Lebak Gencar Ungkap Peredaran Obat Tanpa Izin Edar di Lebak

Punosekawan.com || Lebak. Guna menyelamatkan generasi muda, Jajaran Sat Resnarkoba Polres Lebak Polda Banten Gencar Ungkap Peredaran Obat Tanpa Izin Edar di Lebak.

 

Baru-baru ini Jajaran Sat Resnarkoba Polres Lebak Polda Banten berhasil mengamankan pelaku DS (20) Warga Desa Kadurahayu, Bojongmanik, Lebak berikut barang bukti 500 (lima ratus) butir obat warna kuning berlogo MF jenis exymer, 400 (empat ratus) butir obat jenis Tramadol HCI dan1 (satu) unit Handphone merek OPPO tipe A95 warna Hitam.

 

Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Wiwin Setiawan, SIK, MH melalui Kasat Resnarkoba Polres Lebak AKP Malik Abraham, Spd membenarkan hal tersebut,

“Ya Jajaran Sat Resnarkoba Polres Lebak Polda Banten telah berhasil mengamankan pelaku DS (20) Warga Desa Kadurahayu, Bojongmanik, Lebak, pada Selasa (31/1/2023) pukul 21.00 wib,” Ucap Malik. Selasa (7/2/2023).

 

Malik Menjelaskan, “Pelaku DS ditangkap di di depan Alfamart yang berada di Jl. Multatuli Kel Muara Ciujung Barat, Rangkasbitung, Lebak, Banten ketika pelaku sepulang belanja Obat-obatan tersebut dari Jakarta,”

 

“Dari tangan pelaku DS, Jajaran Sat Resnarkoba Polres Lebak berhasil mengamankan barang bukti 500 (lima ratus) butir obat warna kuning berlogo MF jenis Hexymer, 400 (empat ratus) butir obat jenis Tramadol HCI dan1 (satu) unit Handphone merek OPPO tipe A95 warna Hitam,” ungkapnya.

 

“Pengungkapan ini berawal dari laporan dan informasi masyarakat terkait peredaran obat-obatan di daerah Kecamatan Bojongmanik Kabupaten Lebak, kemudian kami dan tim melakukan pendalaman, penyelidikan dan Alhamdulillah kami bisa mengungkap kasus peredaran obat-obatan tersebut,” terang Malik.

 

“Berdasarkan pengakuan pelaku DS, dirinya sudah beberapa kali mengedarkan obat-obatan tersebut bersama temannya yang sudah kita ketahui identitasnya dan masih dalam pengejaran,” tambahnya.

 

“Sebagian besar penyalahgunaan obat-obatan tersebut dilakukan oleh kalangan remaja dan pemuda sehingga perlu adanya pengawasan yang ketat baik dari orang tua” tutup nya.

 

 

( PS/Sandy Purwanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *